SENAM LANTAI


Mengapa Disebut Senam Lantai?


Mengapa olahraga ini dinamakan senam lantai? Sesuai dengan namanya, saat melakukan olahraga ini sang atlet hanya menggunakan lantai sebagai medianya tanpa dibantu oleh media apapun untuk menciptakan keindahan gerak kecuali dengan pakaian dan matras yang fungsinya adalah untuk sebagai pengaman bukan sebagai alat pendukung pertunjukan senam lantai ini, jadi, olahraga senam lantai benar-benar dilakukan tanpa bantuan alat apapun, keindahan yang terlihat benar-benar murni dari kehebatan para atlet dalam mengkolaborasikan gerak lentur tubuhnya ke dalam berbagai macam gerakan indah, salah satu penyebab munculnya istilah senam lantai dalam olahraga ini karena aktivitas senam ini merupakan olahraga yang membutuhkan keterampilan-keterampilan dasar olah tubuh di atas permukaan lantai yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang, oleh karenanya gerakan atau olahraga ini disebut olahraga senam lantai.

Penemu Senam Lantai

Senam lantai merupakan salah satu olahraga yang sudah ada sejak jaman dulu sehingga sulit untuk memastikan siapa penemu sebenarnya dari olahraga senam lantai ini, akan tetapi ada beberapa tokoh penting yang menyumbangkan keilmuannya dalam suatu cabang metodologi senam lantai seperti Archange Tuccaro, archange Tuccaco ini merupakan pemain akrobat dari Negara Italia, archange Tuccaro juga merupakan seorang penulis dimana salah satu karya tulisnya ini yang berjudul Arial Jump, buku ini berisi tentang metodologi suatu akrobatik yang tebalnya mencapai 400 halaman, buku ini banyak digunakan oleh  para atlit untuk melakukan pengolahan tubuhnya, lewat karya tulis tentang keakrobatikannya itulah Archange Tuccaro dikenal sebagai Bapak Metodologi Gymnastic, sedangkan olahraga senam lantai yang berkembang saat ini menggunakan gerakan-gerakan akrobatik ini sebagai gerakan mayor, akan tetapi di samping itu, sejarah menyebutkan senam artistik modern sebagai suatu langkah disiplin individu seorang atlet mula-mula dikembangkan di Jerman dan dipelopori oleh Adolf Spiess dan Justus Lion, selanjutnya, senam artistik ini merupakan praktik individual yang mana seorang atlet akan selalu berjuang untuk mengolah dan menembus batas-batas tubuhnya untuk ditampilkan dan dipertunjukkan dalam perlombaan senam lantai, sehingga belum dapat dipastikan secara jelas siapa sebenarnya penemu dari olahraga senam ini.

Induk Organisasi Senam Lantai

Pada tingkat internasional terdapat FIG yang merupakan induk organisasi senam artistik internasional dimana olahraga senam lantai termasuk cabang dari senam artistik, FIG ini bertugas untuk menyusun segala petunjuk peraturan, penilaian serta regulasi bagi semua aspek kompetisi senam tingkat internasional, untuk tingkat nasional senam diatur oleh cabang masing-masing federasi nasional, di Indonesia sendiri, terdapat PERSANI atau Persatuan Senam Indonesia yang mempunyai tugas untuk membina atlet senam indonesia untuk siap tampil di ranah kompetisi nasional, sea games, asian games, olimpiade dan juga kompetisi senam internasional.

Atlet Senam Lantai

Pada awalnya olahraga senam artistik yang di dalamnya termasuk senam lantai ini hanya diperuntukkan bagi kaum laki-laki saja, akan tetapi seiring berjalannya waktu, kaum perempuan mulai bisa ikut dalam pertandingan ini secara formal sejak tahun 1928 silam, akan tetapi setelah itu olahraga senam ini justru didominasi oleh perempuan, menurut pendapat secara umum, kaum perempuan lebih menarik dan mampu mengembangkan dengan baik cabang olahraga senam lantai, senam lantai ini merupakan olahraga individual dimana seorang atlet harus mampu mengembangkan gerak tubuhnya sendiri untuk ditampilkan dalam pertandingan, hal yang menjadi ciri khas dari senam lantai ini adalah meski merupakan cabang olahraga artistik akan tetapi kebanyakan orang menganggap senam lantai ini merupakan sebuah pertunjukkan seni yang menarik dimana sang atlet memberikan performa gerakan-gerakan indah dari tubuh lenturnya, atlet pertama yang melegendaris dan berhasil merebutkan medali emas pertama dalam olimpiade modern adalah Larisa Latynina yang merupakan atlet senam artistik dari negara rusia, pada saat itu, Larisa baru belia yaitu berusia 22 tahun dan untuk kemenangan yang kedua kalinya berhasil didapatkannya pada usia 26 tahun, selain Larisa, atlet legendaris bernama Nadia Elena Comaneci dari Rumania yang telah sukses mendapatkan skor sempurna pada kelas pertandingan olimpiade, tidak cukup itu saja nadia juga dinobatkan sebagai athlete of year dari tahun 1957 hingga tahun 1976, senam lantai juga melahirkan atlet terbaiknya yang bernama svetlana khorkina dari rusia, beliau sukses mendapatkan 7 medali emas pada cabang artistik pada saat olimpiade tahun 1996, 2000 dan tahun 2004, selain sebagai atlet olimpiade yang membesarkan namanya, Svetlana juga memenangkan beberapa kompetisi dunia, svetlana Khorkina merupakan atlet pertama dan satu-satunya yang berhasil mendapatkan kejuaraan di 3 nomor senam artistik selain pada nomor senam lantai, pada tahun 2005, Svetlana juga dinobatkan sebagai Vice Presiden di Russian Artistic, selain ketiga nama atlet senam lantai di atas yang telah disebutkan, masih ada lagi legendaris selanjutnya yang bernama Vera Caslavska dari Ceko yang merupakan satu-satunya atlet yang pernah memperoleh skor sempurna sebanyak dua kali di pertandingan olimpiade, sepanjang karirnya, Vera berhasil mengumpulkan 22 medali dan 7 buah diantaranya merupakan medali emas yang diperoleh dalam kompetisi senam artistik di olimpiade.

Sejarah Senam Lantai


Sejarah senam berasal dari negri Yunani, akan tetapi untuk senam lantai sendiri berawal dari negri tirai bambu, yaitu Cina, sejak tahun 2700 sebelum masehi para biara-biara Cina kuno sudah mengenal bentuk-bentuk sederhana dari gerakan senam lantai, para biara Cina kuno mengenal gerakan tersebut bukan sebagai gerakan senam lantai tetapi suatu gerakan untuk bela diri dan pengobatan, catatan peninggalan gerakan sederhana dalam senam lantai terdapat di dalam kitab warisan kong hu cu dan muridnya, kitab tersebut banyak menceritakan gerakan-gerakan sederhana yang bertujuan untuk pengobatan, ada yang mengatakan senam lantai juga berasal dari india. 

Negara india memang telah lama terkenal dengan negara yang mempunyai gerakan khusus untuk pengobatan dan teknik pernafasan, salah satu teknik pengobatan yang banyak dihubungkan dengan gerakan senam lantai adalah yoga, apabila dilihat-lihat gerakan yoga mempunyai banyak kemiripan dengan gerakan yang ada di senam lantai, misalnya gerakan kayang yang terdapat dalam yoga juga ada di dalam gerakan senam lantai, senam yoga menuntut kelenturan gerakan tubuh dan pengambilan nafas yang dinamis dan juga banyak ditemukan dalam gerakan senam lantai modern. 

Pada masa sekarang, dahulu orang india mempercayai gerakan yoga sebagai suatu gerakan yang dipercaya dapat menyembuhkan rasa sakit dan juga gerakan untuk memuja para dewa dalam kepercayaan yang mereka anut, sejarah senam lantai juga bisa kita lihat pada piramida yang ada di mesir, banyak piramida-piramdia mesir yang menggambarkan dan menjelaskan tentang senam lantai. 

Piramida mesir menceritakan suatu gerakan yang dulu dilakukan oleh para nenek moyang mereka, pada saat itu mereka menceritakan tentang kehidupan mereka dan di dalam cerita tersebut terdapat beberapa gerakan yang jika dilihat-lihat mirip dengan gerakan senam lantai, bahkan beberapa peneliti berpendapat dari gambar yang ada di peramida tersebut bahwa leluhur mereka mengenal gerakan-gerakan yang mirip dengan gerakan yoga di india juga gymnastic jerman kuno yang di dalamnya terdapat gerakan-gerakan sederhana yang ada di senam lantai. 

Berdasarkan fakta-fakta yang telah dijelaskan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa sejarah dari senam lantai tidak dimulai sejak abad ke 20, namun jauh sebelum itu para leluhur kita sudah mengenal gerakan-gerakan sederhana yang sama dengan senam lantai di masa modern ini, umumnya gerakan-gerakan sederhana pada masa itu digunakan untuk metode pengobatan dan sebagai sarana untuk memuja dewa, baru sekitar abad ke 20 gerakan senam mulai banyak dikenal oleh masyarakat dan perlahan-lahan mulai menyebar ke seluruh penjuru dunia, pada dasarnya gerakan senam dari waktu ke waktu sama saja, akan tetapi seiring perkembangan zaman gerakan senam sudah banyak dikembangkan dan terbagi kedalam berbagai jenis, salah satunya adalah senam lantai.

Senam lantai (floor exercise) adalah satu cabang olahraga senam yang cukup popular di dunia. Biasanya, lantai (floor) yang menjadi tempat latihan senam ini berukuruan 12 x 12 meter dan kebanyakan gerakan dalam senam lantai membutuhkan matras sebagai alat bantu yang berfungsi untuk mengurangi risiko terjadinya cedera saat melakukan gerakan-gerakan yang hampir semuanya bersentuhan dengan lantai.
Senam lantai dapat dilakukan oleh pria maupun wanita dan banyak menggunakan gerakan-gerakan seperti mengguling, melompat, menolak dengan tangan atau kaki, bertumpu pada tangan atau kaki, bahkan memasukkan elemen-elemen balet di dalamnya. Senam lantai dapat dilakukan di luar ruangan walaupun lebih umum di dalam ruangan. Sebelum mulai latihan, pastikan Anda berada dalam kondisi fisik yang prima karena banyak gerakan dalam senam lantai yang menuntut kekuatan tangan dan kaki sekaligus koordinasi otot-otot tubuh dan persendian.
Banyak sekali variasi gerakan dalam senam lantai, dari yang tingkat kesulitannya rendah, sampai yang butuh latihan bertahun-tahun untuk menguasainya. Oleh karena itu, tidak semua gerakan-gerakan dalam senam lantai dijadikan bahan pendidikan jasmani di sekolah dan kita juga tidak akan membahasnya semua pada artikel ini.
Berikut ini adalah beberapa gerakan dalam senam lantai yang biasanya diajarkan pada pendidikan jasmani di sekolah beserta langkah-langkah untuk melakukannya.
1.     Guling Depan (Forward Roll)
Guling depan atau kadang-kadang disebut roll depan, dapat dilakukan dengan 2 posisi awal, yaitu berdiri atau jongkok. Untuk roll depan dengan awalan berdiri, langkah-langkah yang benar adalah sebagai berikut :

  Posisi awal adalah berdiri tegak dengan kedua tangan lurus di samping badan.
·         Angkat kedua tangan ke depan dan bungkukkan badan, lalu letakkan telapak tangan di atas matras.
·         Tekuk kedua siku agak ke samping, lalu masukkan kepala di antara dua tangan.
·         Sentuhkan bahu ke matras dan bergulinglah ke depan.
·         Lipat kedua lutut, tarik dagu dan lutut ke dada dengan posisi tangan merangkul lutut.
·         Posisi akhir guling depan adalah jongkok kemudian berdiri tegak.
Sementara itu, untuk roll depan dengan awalah jongkok, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
·         Posisi awal adalah jongkok dengan kedua tangan dilebarkan sebahu dan telapak tangan diletakkan di atas matras.
·         Luruskan kedua kaki lalu tekuk sedikit siku tangan.
·         Gerakkan kepala ke arah dagu hingga menyentuk dada.
·         Bergulinglah ke depan.
·         Lipat kedua lutut, tarik dagu dan lutut ke dada dengan posisi tangan merangkul lutut.
·         Posisi akhir guling depan adalah jongkok kemudian berdiri tegak.
2.     Guling Belakang (Backward Roll)
Guling belakang atau biasa disebut roll ke belakang adalah kebalikan dari roll depan. Langkah-langkah guling ke belakang adalah sebagai berikut:

·         Posisi awal adalah jongkok dengan kedua kaki rapat dan tumit sedikit diangkat.
·         Sementara itu, kepala menunduk ke bawah dan dagu dirapatkan ke dada.
·         Tangan berada di samping telinga dengan telapak tangan menghadap ke atas.
·         Bergulinglah ke belakang dengan menjatuhkan bokong ke belakang.
·         Pastikan Anda memberikan gaya tolak yang cukup untuk mendorong tubuh ke belakang.
·         Tarik lutut ke belakang kepala saat punggung sudah menyentuk matras.
·         Ketika kaki sudah menyentuk matras, gunakan telapak tangan di atas matras untuk menyeimbangkan tubuh.
·         Angkat kepala untuk kembali ke posisi akhir jongkok lalu berdiri.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar Anda sukses melakukan backward roll:
·         Pastikan tangan tidak terlalu jauh ke belakang sehingga tubuh tidak bisa melakukan tolakan.
·         Untuk menjaga keseimbangan tubuh yang baik saat mengguling ke belakang, tubuh harus tetap “bulat”.
·         Kepala tidak boleh menoleh ke samping, harus senantiasa lurus.
·         Mendaratlah dengan telapak kaki untuk menjaga keseimbangan saat kembali ke posisi awal.
3.     Lompat Harimau
Sesuai namanya, lompat harimau adalah gerakan melompat yang menyerupai harimau yang sedang menerkam. Secara prinsip, teknik yang digunakan pada lompat harimau kurang lebih sama dengan teknik guling depan. Yang membedakan hanya awalannya saja. Berikut langkah-langkahnya:

·         Posisi awal adalah berdiri tegak dengan kedua tangan lurus di samping.
·         Menggunakan papan tolakan, melompatlah ke depan dengan lengan diayunkan ke atas.
·         Saat tubuh melayang di udara, lentingkan badan dan lipat lutut di depan dada.
·         Luruskan tungkai sesaat sebelum mendarat.
·         Posisi akhir adalah jongkok lalu berdiri.
4.     Guling Lenting (Lenting Tengkuk)
Gerakan ini sebenarnya adalah modifikasi dari roll depan, jadi jika Anda sudah menguasai roll depan, lenting tengkuk akan lebih mudah Anda pelajari. Berikut langkah-langkahnya:

·         Posisi awal adalah berdiri tegak dengan kedua tangan lurus di samping badan.
·         Angkat kedua tangan ke depan dan bungkukkan badan, lalu letakkan telapak tangan di atas matras.
·         Tekuk kedua siku agak ke samping, lalu masukkan kepala di antara dua tangan.
·         Sentuhkan bahu ke matras.
·         Bergulinglah ke depan.
·         Saat tubuh sudah berada di atas kepala, lesatkan kedua kaki ke depan dibantu oleh kedua tangan yang mendorong badan dengan menekan matras.
·         Kombinasi gerakan ini akan membuat tubuh melenting ke depan.
·         Saat mendarat, lipat kedua lutut, tarik dagu dan lutut ke dada dengan posisi tangan merangkul lutut.
·         Posisi akhir adalah berdiri kembali.

5.     Lompat Jongkok
Gerakan ini pada dasarnya adalah kombinasi 2 gerakan dasar, yaitu lompat dan jongkok. Berikut langkah-langkahnya:

Posisi awal adalah berdiri tegak dengan kedua tangan lurus di samping badan.
·         Mulailah berlari dengan posisi badan condong ke depan.
·         Lakukan tolakan sekuat-kuatnya pada papan tolakan menggunakan kedua kaki.
·         Ayunkan lengan ke arah depan sementara posisi tubuh tetap diluruskan dan tungkai dibuka.
·         Mendaratlah dengan kaki dan tubuh menuju posisi jongkok sementara tangan direntangkan ke atas.
·         Posisi akhir adalah jongkok lalu berdiri.

6.     Lompat Kangkang
Latihan yang satu ini membutuhkan alat bantu berupa peti atau kotak kayu yang nantinya akan dilompati saat melakukan gerakan ini. Berikut adalah langkah-langkahnya:

 Posisi awal adalah berdiri tegak dengan kedua tangan lurus di samping badan.
·         Mulailah berlari dengan posisi badan condong ke depan.
·         Lakukan tolakan sekuat-kuatnya pada papan tolakan menggunakan kedua kaki.
·         Ayunkan lengan ke arah depan sementara posisi tubuh tetap diluruskan dan tungkai dibuka.
·         Tolakkan kedua tangan sekuat-kuatnya ke peti dengan tubuh tetap lurus.
·         Mendaratlah dengan kaki dan tubuh menuju posisi jongkok sementara tangan direntangkan ke atas.
·         Posisi akhir adalah jongkok lalu berdiri.


7.     Sikap Kayang
Kayang adalah salah satu gerakan senam lantai yang cukup popular. Berguna untuk meningkatkan kelenturan tubuh, berikut ini adalah langkah-langkah gerakan kayang:

·         Posisi awal adalah berdiri dengan tegak dan kedua tangan bertumpu pada pinggul.
·         Kemudian tekuklah sedikit kedua kaki (lutut) dan siku, sementara kepala dilipat ke belakang (seperti mendongak).
·         Putar kedua tangan ke arah belakang hingga mencapai matras sebagai tumpuan.
·         Kemudian posisi akhir adalah badan melengkung menyerupai busur (seperti posisi setengah lingkaran), yang mana posisi inilah yang kita sebut sebagai posisi kayang.

8.     Sikap Lilin
Sikap lilin mirip dengan sikap kayang dalam hal kegunaannya untuk meningkatkan kelenturan tubuh. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

·         Posisi awal adalah tidur terlentang di atas matras dengan kedua tangan lurus di samping badan dan arah pandangan ke atas.
·         Kemudian angkat kedua kaki ke atas dalam posisi rapat dan lurus tegak hingga membentuk sudut 90 derajat dengan di bantu oleh kedua tangan untuk menopang tubuh.
·         Dan posisi akhir dari sikap lilin ini adalah dengan posisi pundak menjadi tumpuan untuk badan dan kedua tangan menjadi tumpuan untuk pinggang dan kaki.
9.     Handstand
Gerakan senam lantai yang satu ini juga cukup popular walaupun mempunyai tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Anda mungkin tidak memerlukan matras untuk latihan yang satu ini. Berikut langkah-langkahnya:

·         Posisi awal adalah berdiri tegak dengan kedua tangan lurus di samping badan.
·         Kemudian perlahan gerakan salah satu kaki lebih maju dari kaki yang lainnya.
·         Bungkukkan badan dengan kedua telapak tangan bertumpu pada matras atau lantai.
·         Angkat tungkai kaki secara perlahan dengan cara satu persatu.
·         Dorong bokong setinggi-tingginya hingga terangkat.
·         Bengkokkan tungkai depan sementara tungkai belakang diluruskan.
·         Kencangkan otot perut lalu ayunkan tungkai belakang ke atas.
·         Posisi akhir adalah badan dalam posisi terbalik 180 derajat dan dalam keseimbangan dengan kedua tungkai rapat dan lurus.
·         Untuk pemula, jika belum mahir melakukannya dapat menggunakan dinding atau tembok sebagai bantuan untuk sandaran atau tumpuan kedua kaki.
10.  Headstand
Headstand adalah modifikasi dari hand stand dan membutuhkan konsentrasi dan koordinasi yang lebih tinggi sehingga mempunyai tingkat kesulitan yang lebih tinggi pula. Berikut langkah-langkahnya:

·         Posisi awal adalah berdiri tegak dengan posisi kedua tangan lurus di samping badan.
·         Bungkukkan badan dengan dahi dan kedua tangan bertumpu pada lantai.
·         Pastikan dahi dan kedua tangan membentuk segitiga sama sisi.
·         Angkat tungkai ke atas satu per satu.
·         Untuk menjaga keseimbangan, busurkan panggul dan punggung ke depan.
·         Dan posisi terakhir adalah badan atau tubuh  dalam keadaan posisi terbalik 180 derajat dan dalam keseimbangan dengan kedua tungkai rapat dan lurus ke atas.
Agar Anda sukses mempraktekkan head stand, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:
·         Dahi dan kedua tangan harus membentuk segitiga sama sisi. Jika tidak, Anda tidak akan mendapatkan keseimbangan yang diperlukan untuk melakukan gerakan ini.
·         Latihlah otot-otot leher, perut, pinggang, bahu dan paha agar kuat menopang badan Anda.
·         Lenturkan sendi-sendi leher, perut, pinggang, bahu dan paha agar tidak terlalu kaku saat melakukan gerakan ini.
·         Gunakan matras yang empuk dan tidak keras agar Anda terhindar dari rasa sakit.
·         Saat menuju posisi akhir, lakukan tolakan secara perlahan-lahan untuk menghindari rasa sakit.
·         Pastikan posisi jari tangan menghadap ke depan untuk menjaga keseimbangan.

11.  Meroda (Cart Wheel)
Cart wheel adalah gerakan memutar tubuh ke arah samping menggunakan teknik hand stand. Berikut langkah-langkahnya:

Posisi awal adalah berdiri tegak dengan kedua tangan lurus di samping badan.
·         Lebarkan kaki sedikit sementara kedua tangan lurus ke atas membentuk huruf V.
·         Jatuhkan badan ke arah kiri seraya meletakkan telapak tangan kiri ke atas matras.
·         Angkat kaki kiri lurus ke atas.
·         Selanjutnya, letakkan tangan kanan di samping tangan kiri.
·         Angkat kaki kanan lurus ke atas sementara kaki kiri mulai turun kembali.
·         Angkat tangan kiri disusul oleh kaki kiri.
·         Kembali ke posisi awal berdiri tegak.

12.  Round Off
Round off adalah gerakan lanjutan dari senam lantai yang membutuhkan latihan berulang-ulang untuk dikuasai. Selain itu, Anda juga harus sudah menguasai teknik hand stand agar dapat melakukan gerakan ini. Seorang partner mungkin dibutuhkan untuk memberi bantuan. Pada dasarnya, round off adalah hand stand yang memutar badan dan melakukan tolakan untuk kembali ke posisi awal dalam satu gerakan. Berikut langkah-langkahnya:

·         Posisi awal adalah berdiri tegak dengan kedua tangan lurus di samping badan dan salah satu kaki lebih maju dari yang lainnya.
·         Bungkukkan badan dengan kedua tangan bertumpu pada lantai.
·         Dorong bokong setinggi-tingginya hingga terangkat.
·         Bengkokkan tungkai depan sementara tungkai belakang diluruskan.
·         Kencangkan otot perut lalu ayunkan tungkai belakang ke atas.
·         Lanjutkan ayunan tungkai sejauh mungkin ke depan.
·         Di saat yang bersamaan, lakukan tolakan dengan kedua tangan untuk memberi dorongan tambahan.
·         Posisi akhir adalah badan kembali ke posisi awal berdiri tegak.


13.  Salto (Somersault)
Salto mungkin adalah gerakan senam lantai tersulit untuk dilakukan. Pada gerakan ini, tubuh akan berputar 360 derajat saat melayang sebelum kembali ke posisi awal. Bisa dilakukan ke depan, ke belakang atau ke samping, berikut adalah langkah-langkah salto ke depan:

·         Posisi awal adalah berdiri tegak dengan kedua tangan lurus di samping badan.
·         Melangkahlah beberapa kali atau jika perlu berlarilah, sebelum melakukan tolakan sekuat tenaga.
·         Ayunkan tangan ke bawah saat melakukan tolakan untuk memberikan dorongan tambahan.
·         Saat badan melayang di udara, lipat tangan ke arah lutut dan tundukkan kepala.
·         Setelah badan berputar 360 derajat, luruskan tungkai untuk pendaratan.
·         Tangan diangkat ke atas.

·         Posisi akhir adalah berdiri tegak kembali. Gunakan tangan untuk keseimbangan.
Itu dia beberapa gerakan dalam senam lantai yang dapat Anda praktekkan sendiri maupun bersama teman. Perlu diingat bahwa beberapa gerakan seperti handstand, headstand, cart wheel, round off dan salto adalah gerakan-gerakan yang cukup sulit untuk dilakukan dan agak berisiko jika tidak disertai dengan kondisi fisik yang mumpuni. Anda harus banyak melakukan latihan untuk memperkuat otot-otot tangan dan kaki yang diperlukan untuk memperagakan gerakan-gerakan tersebut. Sementara itu, gerakan-gerakan lainnya relatif lebih mudah dan tidak terlalu berisiko untuk dilakukan sehingga aman diperagakan bahkan oleh pesenam pemula sekalipun.
Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan atau siapkan sebelum memulai latihan antara lain:
1. Cari partner untuk melakukan latihan.
Anda memang bisa melakukan semua latihan yang sudah dibahas di atas sendirian. Tapi akan jauh lebih menyenangkan jika Anda mempunyai partner latihan, entah itu teman, kakak, adik atau bahkan guru Anda. Banyak keuntungan berlatih dengan partner. Jika dia lebih berpengalaman, Anda akan lebih mudah belajar darinya. Selain itu, Anda akan lebih tenang dan rileks dalam melakukan latihan karena Anda tahu ada orang yang akan menolong Anda seandainya sesuatu yang tidak diinginkan terjadi saat Anda melakukan latihan. Beberapa gerakan juga akan lebih mudah dilakukan berdua daripada sendiri.
2. Lakukan pemanasan yang cukup.
Tidak ada olahraga yang tidak membutuhkan pemanasan dan senam lantai juga tidak terkecuali. Waktu pemanasan yang ideal berkisar antara 10 sampai 15 menit tergantung lama latihan yang Anda targetkan. Yang harus Anda fokuskan pada saat pemanasan adalah kelenturan tubuh, persendian khususnya pada lengan dan tungkai, dan juga realibilitas otot-otot tangan dan kaki karena Anda akan banyak menggunakan tangan dan kaki Anda saat latihan. Pemanasan berguna untuk mempersiapkan tubuh Anda sebelum berlatih sehingga meminimalisir risiko terjadinya cedera, baik itu cedera otot maupun persendian.
3. Gunakan matras yang sesuai standar.



Seperti di bahas di awal, matras adalah salah satu persyaratan dalam melakukan latihan senam lantai. Matras yang bagus akan melindungi tubuh kita dari potensi cedera saat melakukan latihan. Selain karena alasan keamanan, matras yang baik juga diperlukan agar Anda nyaman dalam berlatih. Beberapa gerakan seperti kayang atau head stand akan cukup menyakitkan jika dilakukan di atas lantai tanpa beralaskan matras. Selain mudah dicari di toko-toko olahraga, harga matras juga sangat terjangkau dan sangat sebanding dengan manfaat dan kegunaannya.
4. Siapkan perlengkapan penting.
Selain matras, Anda juga harus mempersiapkan perlengkapan-perlengkapan penunjang seperti handuk, sepatu training, air minum dan lain sebagainya. Perlengkapan-perlengkapan kecil tersebut mungkin kelihatan tidak penting, tapi Anda akan sangat kewalahan misalnya, jika tidak membawa air minum dan Anda baru saja menyelesaikan latihan selama sejam lebih. Dehidrasi mungkin saja menyerang Anda. Selalu persiapkan barang-barang tersebut ke dalam satu tas olahraga yang mudah dibawa ke mana-mana, jadi Anda tidak akan melupakan apapun.
5. Jangan mudah menyerah, tapi tahu batas Anda.
Beberapa gerakan dalam senam lantai memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, bahkan mungkin bagi sebagian orang agak mustahil. Tapi bagi sebagian orang lain, kadang-kadang di situlah tantangannya. Anda mungkin merasa tertantang untuk menguasai gerakan seperti cart wheel atau salto. Yang paling penting untuk Anda ingat adalah, perlu ketahanan fisik dan keteguhan hati untuk mengulang gerakan-gerakan tersebut sampai Anda bisa. Sikap pantang menyerah biasanya akan membantu Anda mencapai tujuan tersebut, tapi ingat, keamanan ada di atas segalanya. Jika memang mustahil untuk dilakukan, sebaiknya jangan diteruskan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Materi PJOK Semester 1